10 Tips Kaum Milenials Beli Rumah!

Assalamualaikum Creatipers…
Sobat yang lahir diantara tahun 1981 sampai dengan pertengahan tahun 1990 an atau biasa disebut dengan Generasi Milenials, sudah saatnya di tahun 2019 ini memiliki hunian impian.
Beli rumah itu bisa jadi prioritas utama setelah sobat mulai meniti karir, apalagi jika sudah menikah dan mempunyai anak, sudah sangat dibutuhkan tuh. Masa kita mau suap-suapan sama pasangan keganggu sama lalu lalang Ortu/Mertua… 😀
Nyari rumah itu emang gampang-gampang susah, tapi emang kebanyakan susahnya sih, apalagi klo duitnya kurang. Sebelum menentukan untuk membeli rumah impian, sobat perlu banyak diskusi dengan pasangan,mertua, teman, atau sodara. Dari pada ribut-ribut satu sama lain, ada baiknya ikuti Tips memilih rumah impian berikut ini ya Sobat Milenials :

1.Perhitungkan Dana dengan Cermat

Sobat Milenials…Rumah itu merupakan investasi jangka panjang karena sampai bertahun-tahun kita akan tinggal di lokasi tersebut, maka coba sobat perlu menghitung dengan cermat dana yang akan dikeluarkan untuk membayar uang Muka, Cicilan bulanan, Biaya Surat-surat, Asuransi, Biaya Perolehan Hak Tanah Atas Bangunan (BPHTB) yang nilainya ±5% dari Pricelist, Biaya Proses KPR yang biasanya diluar dari Pricelist, Biaya Iuran pengelolaan lingkungan yang setiap bulan rutin tuh. Itulah sedikit gambaran biaya-biaya diawal pada saat sebelum menentukan beli rumah. Ada satu lagi yang tidak kalah pentingnya yaitu biaya Transportasi dari tempat kerja Sobat ke rumah. Hmmm ini yang kadang suka terlupakan, kadang kita tergiur dengan Promo Tanpa DP, Promo 0% dll… tapi tanpa memperhatikan biaya transportasi kita sehari-hari dari rumah menuju tempat kerja dan sebaliknya. Jangan sampai ketika sudah membeli rumah, kita baru sadar ternyata lokasi perumahan yang agak murah tapi jauh dari tempat kerja biaya transpot hariannya itu lebih besar, maka dari itu sobat kudu cermat yah!

2.Survei dan Analisa Lingkungan

Sobat Milenials, tahapan selanjutnya yaitu kita mesti survei lokasi yang dipilih, terlebih untuk hunian pertama yang paling banyak di cari yaitu serba dekat : dekat ke stasiun, dekat ke mall, dekat ke toll, dekat ke tempat kerja, dekat ke pusat kota dll, karena hal itu bisa berpengaruh terhadap budget yang sudah kita anggarkan.Kita ambil contoh di Jabodetabek, sobat milenials bisa cari dengan teliti beberapa lokasi Townhouse, loh kok kenapa harus townhouse? biasanya niih sobat milenials townhouse-townhouse itu lokasinya berada di tengah kota, sekalipun akses menuju lokasinya itu tidak langsung menghadap ke jalan utama, tetapi masih reasonable lah untuk di capai.

Cermati juga lingkungan sekitar perumahan tersebut, karena itu akan membentuk pola hidup keluarga dan berpengaruh juga dalam proses membesarkan anak kita nanti. Hindari kawasan perumahan yang menjadi tempat-tempat perjudian, ormas LSM yang kadang berperilaku seperti preman.

Jangan abaikan sistem keamanan dalam perumahan tersebut, tanya dengan detail ke Marketingnya bagaimana nanti rencana akses masuk dan keluar Perumahan, baiknya hanya dengan 1 atau 2 akses masuk hal ini untuk mencegah terlalu bebasnya selain warga perumahan lalu lalang di lingkungan perumahan sehingga dapat mencegah terjadinya tindakan pencurian.

Dengan kita cermati lingkungan sekitar maka kita dapat mewujudkan kehidupan nyaman sesuai dengan apa yang Sobat Milenials impikan.

3.Cari banyak Sumber Pembiayaan

Jika sudah menentukan lokasi yang dipilih, Sobat mesti cari info sebanyak mungkin sumber pembiayaan, biasanya kan suka ditulis tuh dalam Pricelist tapi kadang setiap perumahan punya skema pembiayaan lain selain yang di tulis dalam Pricelist tersebut.
Ok sebut saja sumber pembiayaan itu bisa dengan cara KPR Bank, KPR Inhouse (nyicil ke Developer), Cash Bertahap (minimal 12 bln lunas), Cash Keras (dicicil s/d 3 bln), KPR Syariah.

Jika dengan KPR Bank maka ada “bunga diantara kita.. ” bunga nya itu bisa fixed atau fluktuatif (anuitas), dalam satu akad biasanya juga ada promo Fixed 1 atau 2 thn tuh, dan di tahun ketiga fluktuatif. Jangan ragu tanyakan bunga fixednya itu berapa persen per tahun, sebagian Developer biasanya menyediakan fasilitas promo 3 – 6% di tahun pertama, lumayan kan untuk menghemat anggaran sobat 😀

Bisa juga sobat tanyakan apakah ada skema pembiayaan Inhouse ke Developer langsung, biasanya sih dgn 60x nyicil atau pada perumahan tertentu bisa lebih lama lagi tenor cicilannya. Bunga yang ditetapkan sama Developer pun biasanya Fixed ditentukan diawal, kisaran 6% pertahun lumayan kan untuk menghemat anggaran?.

Atau jika sobat sudah mempunyai budget untuk bayar DP 20% dari Pricelist maka nanti sisanya itu tinggal dikali dengan bunga misal 6% per tahun, jadi jika ambil 2 tahun 12%, hasil perkaliannya tinggal dibagi rata 12 atau 24 bulan.

Naah sekarang tinggal sobat hitung aja kira-kira mau ambil skema pembiayaan yang mana? Ingat yah harus tetap ada dana darurat untuk kejadian yang tidak terduga, yang idealnya sih punya cicilan itu 30% dari pendapatan sobat tiap bulannya.

4.Riwayat Kredit Sobat

Jika Sobat milenials ada rencana membeli rumah dengan cara KPR Bank, maka harus memperhatikan Riwayat Kredit yang selama ini Sobat ambil, jika memang riwayat kreditnya lancar jaya siih ngga jadi masalah, hanya saja jika ada kredit macetnya maka itu akan jadi bahan pertimbangan Bank dalam menerima pengajuan kredit nanti.
Kredit yang sering dapat perhatian khusus dari Bank biasanya sih Kartu Kredit dan Kredit Tanpa Agunan (KTA), 2 jenis kredit ini sudah banyak dijadikan teman dalam setiap transaksi kaum milenials, baiknya selesaikan dulu tagihan yang masih berjalan karena akan berpengaruh terhadap perhitungan rasio utang Sobat.

5.Baca kembali kontrak

Setelah yakin dengan semuanya baik itu lokasi, sumber pembiayaan dan cara kreditnya , maka langkah selanjutnya yaitu cermati kembali kontrak dari pihak Developer biasanya berupa Surat Pesanan Rumah (SPR), Perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB), atau surat-surat kontrak dari penyedia pinjaman (Bank) sebagai contoh Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit biasa di sebut dengan istilah SP3K.

Baca setiap item yang tertulis dalam surat kontrak tersebut jika ada istilah-istilah yang tidak dimengerti bisa ditanyakan kepada pihak Marketing atau ke bagain Customer Service.

6.Sediakan Budjet khusus Kredit

Anggap kata kita sudah Ok niih beli rumah dengan cara KPR baik itu ke Bank atau Inhouse Developer, baiknya pisahkanlah pengeluaran sesuai komposisi masing-masing, baik itu untuk survival, liveable, dan comfortable itu menurut pakar keuangan Lauren Prince dari Prince Finance Advisory. Jadi Sob, dengan teknik seperti diatas sobat masih tetap bisa mencicil rumah tanpa harus mengganggu pengeluaran rutin, ya… untuk hangout dengan pasangan mah bisalah.

7.Pahami Spesifikasi Rumah

Sobat, harga Rumah yang sudah tercantum dalam Pricelist diawal sangat berpengaruh terhadap spesifikasi bahan material yang dipakai.
Sebagai contoh mulai dari Pondasi, antara Pondasi Batu Kali dan Pondasi Footplat (Cakar Ayam) itu beda, pondasi batu kali bahan dasarnya batu kali, ya masa batu akik… 🙂 Pondasi tersebut akan dicampur dengan adukan. Cakar ayam sendiri itu bahan dasarnya bukan kaki ayam, melainkan besi baja dan beton (campuran pasir, split, semen), itulah salah satu yang membedakan harga unit Rumah.

Hmm… sebenarnya msh banyak variable yang membedakan harga suatu rumah, misal antara dinding bata merah dengan bata ringan, finishing lantai keramik dengan granitile, kusen aluminium dengan kayu dan lain sebagainya.

InsyaAllah nanti saya bahas lebih detail tentang spesifikasi ini ya…

8.Pelajari Skema Purnajual (After Sales)

Rumah yang bakalan kita tempati itu biasanya masih mendapatkan Garansi dari pihak Developer, misalnya satu tahun (2 musim) garansi kebocoran, sistem plumbing rumah, Elektrikalnya dan bahkan biasanya ada garansi untuk cat.
Naaah… hal ini harus sobat tanyakan ke bagian customer service detail mengenai item-item apa saja yang termasuk garansi dan tidaknya. Karena kan lumayan klo memang masih garansi bisa buat penghematan kita selama awal-awal menempati rumah.

Tanyakan juga prosedur jika kita hendak complain, biasanya siih suka ada nomor hotline bagian Purnajual atau Customer Service yang biasa bernaung dibawah Estate Management/Town Management.

Dan jika sobat hendak mengadakan perubahan desain minor di awal-awal, semisal pengen nambah kamar tidur, geser kamar mandi, nambah dikit ruang tamu, atau ngedak salah satu ruangan, maka WAJIB tanyakan karena ada beberapa Developer yang punya regulasi bahwa jika ada pengembangan sedikit saja diluar standar (Gambar Brosur) itu biasanya Garansi Hilang.

Maka itu sobat kudu teliti banget untuk urusan regulasi dari Purnajual ini, sayang banget jika rubah bangunan dikit saja maka garansi 1 thn hilang. Oops… iya jika memang urusan perubahan desain ini jadi urusan antara buyer dan pihak kontraktor siiih… sobat bisa minta garansi + bonusnya ke pihak kontraktor yang ditunjuk oleh pihak developer lumayan juga memang jika ada peluang seperti itu, tinggal bisa-bisanya sobat melobbinya.

9.Jangan Tunda Beli Rumah

Ya…Jangan pernah menunggu kondisi ekonomi yang kadang susah diprediksi oleh orang awam seperti kita, bahkan jangan sampe menunda beli rumahpun jika semua syarat-syarat diatas sudah terpenuhi. Alasan sederhananya siiih sejak kapan yang namanya harga tanah itu turun? sedangkan modal utama perumahan itu adalah tanah.

Faktor lain selain teruuuss meroketnya harga perumahan itu sangat di pengaruhi naiknya harga-harga bahan material bangunan, yang paling terasa itu kenaikan harga besi beton akhir-akhir ini. Jangan pula sampe nunggu momen suku bunga turun, repotlah itu mah yang penting jika sudah syarat terpenuhi, Bismillah sob… beli tuh rumah…!

10.Rileks dan Tenang dalam Memilih

Seperti yang sudah saya singgung diawal bahwa nyari rumah itu susah-susah gampang, maka setelah baca kesembilan tips diatas maka yang terakhir itu adalah Kita mesti Rileks dan Tenang dalam menentukan Pilihan. Jangan terburu-buru dan terbawa hawa nafsu ya Sob, ingat harus dengan kepala dingin dan harus cermat. Karena tidak sedikit orang yang asal dapet rumah yang penting Murah tau-taunya status tanah dan perizinannya bermasalah. Belum lagi faktor lingkungan banjir lah, sering terjadi pencurian dan bahkan Developernya bangkrut akibat tidak professional dalam mengelola perumahannya.

Atau kita terlalu maksain pengen rumah yang bersar sekaligus yang akhirnya bengkak di cicilan bulanannya, bisa-bisa baru nyicil satu tahun langsung mau di jual kembali dan kita jadi kredit macet. Ingetloh itu akan mempengaruhi riwayat kredit kita di Bank.

Ok Sob, itulah kesepuluh Tips dari saya dalam mencari Rumah Impian, semoga Sobat bisa segera memiliki rumah impian dan dalam proses mendapatkannya di berikan kemudahan, jangan lupa share pengalamannya ya.

Nuhun